Archive for January 9, 2006
Cina Fokuskan Penelitiannya terhadap Kualitas dan Nutrisi Tanaman Padi
Cina, produsen beras terbesar di dunia, mengumumkan telah meluncurkan upaya penelitian baru untuk meningkatkan kualitas varitas padinya dan meningkatkan kandungan nutrisinya, demikian siaran pers Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI), pekan lalu.
Pemerintah Cina dan IRRI pekan lalu di meresmikan Pusat Kualitas dan Nutrisi Beras (Rice Quality and Nutrition Center) di Institut Penelitian Beras Nasional Cina (CNRRI) di Hangzhou. Pusat Kualitas dan Nutrisi Beras ini akan bekerja erat dengan Pusat Penelitian Kualitas dan Nutrisi Beras yang diresmikan tahun lalu di IRRI.
“Kualitas dan nutrisi adalah dua bidang penelitian beras yang paling menantang,”
kata Robert S Zeigle, Direktur Jenderal IRRI, dalam acara peresmian pusat baru itu. “Bukan hanya memiliki piranti dan pengetahuan sains saja untuk mendapatkan beras varitas baru berkualitas tinggi, tetapi kami juga sekarang berupaya meningkatkan nilai nutrisi dari varitas-varitas ini dengan menambahkan nutrisi seperti besi, seng, dan vitamin A.”
Dr. Zeigler mengatakan IRRI tersanjung dan mendapat kehormatan bekerja sama dengan CNRRI dalam penelitian baru yang penting. “Kami tetap terus harus memfokuskan penelitian untuk meningkatkan produktivitas beras untuk mengejar pertumbuhan penduduk, sementara penduduk Cina semakin meningkat kemakmurannya, kualitas dan nutrisi makanan jelas akan menjadi prioritas.”
Ia menekankan bahwa meningkatkan kualitas biji-bijian juga akan mendorong harga beras di pasar dan berarti membantu petani Cina meningkatkan pendapatan mereka.
Pusat Kualitas dan Nutrisi Beras di CNRRI mendapat dukungan Kementerian Pertanian Cina dan Akademi Ilmu Pertanian Cina. Peresmian itu adalah bagian dari Pertemuan Rencan Kerja IRRI-Cina dan Forum Ilmu Perberasan di Hangzhou yang berlangsung tanggal 10-12 Oktober 2005 yang lalu.
Pertemuan itu memfokuskan pembahasan pada empat persoalan prioritas yang dihadapi produksi beras Cina dalam jangka waktu lima tahun ke depan yaitu: pemuliaan dan pengembangkan padi generasi baru yang disebut padi “super” atau varitas padi berproduksi tinggi, berkualitas tinggi; asupan terutama pupuk yang lebih efisien; kualitas dan nutrisi beras menggunakan bioteknologi; dan pengembangan teknologi padi yang lebih efisien dalam menggunakan air.
“Produksi beras di Cina menghadapi sejumlah tantangan, khususnya bagaimana menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ketersediaan sumber daya dan kebutuhan terus meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan,” kata Ren Wang, Wakil Direktur Jenderal di IRRI.
(Disarikan dr Pustakatani ‘ 05 ; TIM IFA Des 05)