Budidaya Bawang Merah Di Luar Musim

October 7, 2006

Bawang Merah

1. Pendahuluan
Bawang merah ( Allium ascalonicum) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi serta mempunyai prospek pasar yang menarik. Selama ini budidaya bawang merah diusahakan secara musiman (seasonal), yang pada umumnya dilakukan pada musim kemarau (April-Oktober), sehingga mengakakibatkan produksi dan harganya berfluktuasi sepanjang tahun.

Untuk mencegah terjadinya fluktuasi produksi dan fluktuasi harga yang sering merugikan petani, maka perlu diupayakan budidaya yang dapat berlangsung sepanjang tahun antara lain melalui budidaya di luar musim (off season). Dengan melakukan budidaya di luar musim dan membatasi produksi pada saat bertanam normal sesuai dengan permintaan pasar, diharapkan produksi dan harga bawang merah dipasar akan lebih stabil.

2. Syarat Tumbuh
Bawang Merah menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan mendapat sinar matahari lebih dari 12 jam. Bawang merah dapat tumbuh baik didataran rendah maupun dataran tinggi (0-900 mdpl) dengan curah hujan 300 – 2500 mm/th dan suhunya 25 derajat celcius – 32 derajat celcius. Jenis tanah yang baik untuk budidaya bawang merah adalah regosol, grumosol, latosol, dan aluvial, dengan pH 5.5 – 7.

3. Benih
Penggunaan Benih bermutu merupakan syarat mutlak dalam budidaya bawang merah. Varietas bawang merah yang dapat digunakan adalah Bima, Brebes, Ampenan, Medan, Keling, Maja Cipanas, Sumenep, Kuning, Timor, Lampung, Banteng dan varietas lokal lainnya. Tanaman biasanya dipanen cukup tua antara 60 -80 hari, telah diseleksi dilapangan dan ditempat penyimpanan. Umbi yang digunakan untuk benih adalah berukuran sedang, berdiameter 1,5 – 2 cm dengan bentuk simetris dan telah disimpan 2-4 bulan, warna umbi untuk lebih mengkilap, bebas dari organisme penganggu tanaman.

4. Penyiapan Lahan
Pengolahan tanah dilakukan pada saat tidak hujan 2 – 4 minggu sebelum tanam, untuk menggemburkan tanah dan memberik sirkulasi udara dalam tanah. Tanah dicangkul sedalam 40 cm. Budidaya dilakukan pada bedengan yang telah disiapkan dengan lebar 100-200 cm, dan panjang sesuai kebutuhan. Jarak antara bedengan 20-40 cm.

5. Penanaman
Penanaman dilakukan pada akhir musim hujan, dengan jarak tanam 10-20 cm x 20 cm. Cara penanamannya; kulit pembalut umbi dikupas terlebih dahulu dan dipisahkan siung-siungnya. Untuk mempercepat keluarnya tunas, sebelum ditanam bibit tersebut dipotong ujungnya hingga 1/3 bagian. Bibit ditanam berdiri diatas bedengan sampai permukaan irisan tertutup oleh lapisan tanah yang tipis.

6. Pemeliharaan
a. Penyiraman dapat menggunakan gembor atau sprinkler, atau dengan cara menggenangi air disekitar bedengan yang disebut sistem leb. Pengairan dilakukan secara teratur sesuai dengan keperluan tanaman, terutama jika tidak ada hujan.

b. Pemupukan : Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang, dengan dosis 10 ton/ha, pupuk buatan dengan dosis urea 100 kg/Ha, ZA 200 kg/Ha, TSP/SP-36 250 kg/ha. KCI 150 kg/ha (sesuai dengan kesuburan tanah)

c. Penyulaman, dilakukan apabila dilapangan dijumpai tanaman yang mati. Biasanya dilakukan paling lambat 2 minggu setelah tanam.

d. Pembumbunan dan penyiangan, dilakukan bersamaan pada saat tanaman berumur 21 hari.

e. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerah tanaman bawang merah adalah ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, kutu daun dan Nematoda Akar.

Pengendalian Hama dilakukan dengan cara:
- Sanitasi dan pembuangan gulma
- Pengumpulan larva dan memusnahkan
- Pengolahan lahan untuk membongkar persembunyian ulat
- Penggunaan Insektisida
- Rotasi Tanaman

Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalh Bercak Ungu, Embun Tepung, Busuk Leher Batang, Antraknose, Busuk Umbi, Layu Fusarium dan Busuk Basah.

Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara:
- Sanitasi dan pembakaran sisa tanaman yang sakit
- Penggunaan benih yang sehat
- Penggunaan fungisida yang efektif

7. Panen
Panen dilakukan bila umbi sudah cukup umur sekitar 60 HST, ditandai daun mulai menguning, caranya mencabut seluruh tanaman dengan hati-hati supaya tidak ada umbi yang tertinggal atau lecet. Untuk 1 (satu) hektar pertanaman bawang merah yang diusahakan secara baik dapat dihasilkan 10-15 ton.

8. Pasca Panen
a. Pengeringan umbi dilakukan dengan cara dihamparkan merata diatas tikar atau digantung diatas para-para. Dalam keadaan cukup panas biasanya memakan waktu 4-7 hari. Bawang merah yang sudah agak kering diikat dalam bentuk ikatan.Proses pengeringan dihentikan apabila umbi telah mengkilap, lebih merah, leher umbi tampak keras dan bila terkena sentuhan terdengar gemerisik.

b. Sortasi dilakukan setalh proses pengeringan

c. Ikatan bawang merah dapat disimpan dalam rak penyimpanan atau digantung dengan kadar air 80 (persen) – 85 (persen), ruang penyimpnan harus bersih, aerasi cukup baik, dan harus khusus tidak dicampur dengan komoditas lain.

Artikel ini diambil dari Leaflet Dirjen Bina Produksi Hortikutura,2001

Entry Filed under: Tanaman Hortikultura. .

16 Comments Add your own

  • 1. citra nst.  |  February 27, 2007 at 4:54 am

    terima kasih…
    krn dengan adanya artikel ini, saya dapat menambah tinjauan literatur saya untuk skripsi s1 saya.
    saya harapkan,ada artikel lain yang membahas tentang varietas bawang merah. seperti varietas bangkok dan samosir (medan),
    cukup sekian dan terima kasih

    Reply
  • 2. rahadian semarang  |  May 9, 2008 at 11:18 pm

    trimakasih krn bisa membantu pekerjaan saya di perusahaan panah merah

    Reply
  • 3. ayu  |  June 21, 2008 at 2:11 am

    ko’ ga’ da bawang daunnya….!!!
    ada artikel tentang bawang daun ga’….!!!
    ma’achie…

    Reply
  • 4. hersyputra  |  September 29, 2008 at 6:17 pm

    Kalau di kalbar prospeknya gimanan ya..?

    Reply
  • 5. Sal  |  January 27, 2009 at 3:44 pm

    saya dr malaysia. info ini amat berguna kdp saya. saya berminat untuk menanam bawang merah. soalan saya, dimanakah saya dapat membeli benih bawah kalau di indonesia?

    Reply
  • 6. sal  |  January 27, 2009 at 3:48 pm

    saya berminat menanam bawang merah dikebun saya. kalau saya berminat membeli benih bawang dari indonesia, dimanakah bisa saya membuat pesanan? adakah ada pembekal benih dari indon?

    Reply
  • 7. ismail  |  February 21, 2009 at 7:54 am

    bagi anda yang berminat mendapatkan bawang merah bibit, jangan pesen di Indonesia, wong petani brebes aja impor bibit.
    tapi kalo mo yang lokal, bisa di tanam di luar musim dan peranakn banyak, silakan kunjungi saja di inlandwater.blogspot.com.
    Ada informasi mengenai itu.
    trimakasih
    btw tu yang ngambil ne literatur buwat bahan skripsi emang boleh yah?
    kok bisa yah?
    kalo di tempat saya hukumny haram je
    tapi yo selamt lah

    Reply
  • 8. Ratiman  |  March 30, 2009 at 7:19 am

    saya mau tanya gimana cara pembelian bibit (biji) bawang merah.
    lokasi saya di Binjai – Sumatera Utara.
    trimakasih

    Reply
  • 9. kamal  |  April 13, 2009 at 4:43 am

    yang penting antisipasi hama nya mas..
    ditempat saya paling repot kalo udah masuk umur 20 hari
    banyak hama yang nyerang.
    terima kasih untuk infonya

    Reply
  • 10. ocha  |  April 23, 2009 at 3:47 am

    saya membutuhkan tentang kandungan kimia dari bawang merah.ada yang bisa bantu gak????

    Reply
  • 11. wahyono  |  May 2, 2009 at 4:32 pm

    salam…artikelnya bagus2 & sangat membantu ,trus saiia mau minta ijin pasang linknya

    Reply
  • 12. Agus  |  August 23, 2009 at 3:01 pm

    Salam…saya akui artikelnya bagus,tp tdk sesuai dg apa judulnya. Kalau bisa disesuaikan,masak judulnya Budidaya bwg merah diluar musim (off seasons) tp penanamanya tetap akhir musim hujan?? Mhon diperhatikan. Thank

    Reply
  • 13. iskandar  |  August 24, 2009 at 11:54 am

    trima ks infonya, saya sdang cba budidaya bwang. minta tlong info pemupukn yg lbih detail dan obat apa saja tuk basmi hama. tnq.

    Reply
  • 14. asha  |  September 30, 2009 at 6:47 pm

    saya dari malaysia…..ingin mendapatkan bekalan bawang merah untuk dproses secara pukal…..dengan siapa or compny apa yang membekalkan bawang merah yg bermutu dan pastinya murah…..kalau ada lah///////// tq

    Reply
  • 15. doni merta  |  October 6, 2009 at 6:07 am

    saya dari indonesia tepatnya di bali, saya kan mau ikut kir (karya ilmiah remaja) tentang penanaman bawang diluar musim, trus disini kok disinggung cman sdikit aja mngenai penanaman bawang diluar musim???? saya mnta tolong dperjelas mengnai hal tsb. tahnk u

    Reply
  • 16. Agus widodo  |  October 12, 2009 at 12:31 pm

    Saya sangat setuju karna dengan artikel ini saya bsa mencontk dgn budh.he he he

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

October 2006
M T W T F S S
« Jul   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts